Wednesday, July 2, 2014

Sistem Perdagangan Luar Negri


A. Negara EROPA
FRANCIS

Menurut OECD, tahun 2004 Perancis adalah pengekspor barang manufaktur terbesar kelima di dunia dan pengimpor terbesar keempat di dunia. Tahun 2003, Perancis adalah penerima investasi langsung asing terbesar ke-2 di antara negara OECD dengan nilai $47 miliar, setelah Luksemburg (dimana investasi langsung asing adalah transfer uang ke bank yang terletak di negara itu) tapi di atas Amerika Serikat ($39.9 miliar), Britania Raya ($14.6 miliar), Jerman ($12.9 miliar), atau Jepang ($6.3 miliar). Pada tahun yang sama, perusahaan Perancis menginvestasikan $57.3 miliar di luar Perancis, menempatkan Perancis sebagai investor langsung luar terpenting kedua di OECD, setelah Amerika Serikat ($173.8 miliar), dan di atas Britania Raya ($55.3 miliar), Jepang ($28.8 miliar) dan Jerman ($2.6 miliar).
Dalam edisi 2005 OECD in Figures, OECD juga mencatat bahwa Perancis memimpin negara G7 menurut produktivitas (diukur sebagaimana PDB per jam bekerja). Tahun 2004, PDB per jam yang bekerja di Perancis adalah $47.7, di atas Amerika Serikat ($46.3), Jerman ($42.1), Britania Raya ($39.6), atau Jepang ($32.5).
Selain jumlah yang menunjukkan produktivitas per jam yang bekerja lebih tinggi daripada di AS, PDB per kapita Perancis lebih rendah dari PDB per kapita AS, menjadi dapat dibandingkan dengan PDB per kapita negara Eropa lainnya, yang rata-rata 30% di bawah AS. Alasannya adalah bahwa banyak persentase kecil penduduk Perancis yang bekerja bila dibangingkan dengan AS, yang PDB per kapitanya lebih rendah dari Perancis, karena produktivitasnya yang tinggi. Faktanya, Perancis memiliki salah satu persentase terendah penduduk berusia 15-64 tahun yang bekerja di antara negara OECD. Tahun 2004 68.8% penduduk Perancis berusia 15-64 tahun bekerja, bila dibandingkan dengan 80.0% di Jepang, 78.9% di Britania, 77.2% di AS, dan 71.0% di Jerman.
Berdasarkan Produk Domestik Bruto-nya (PIB), Perancis merupakan kekuatan ekonomi yang menduduki peringkat keenam di dunia. Asetnya sangat beragam : transportasi, telekomunikasi, agro-industri, obat-obatan, sektor perbankan, asuransi, pariwisata, dan tentunya produk-produk mewah (kerajinan kulit, busana siap pakai, parfum, minuman, dan lain-lain).
Perancis berada di urutan kelima negara-negara pengekspor terbesar di dunia (terutama ekspor peralatan), keempat di bidang penyediaan jasa, dan ketiga di bidang pertanian (terutama pertanian serealia dan bahan pangan). Perancis merupakan produsen sekaligus eksportir terbesar produk pertanian di Eropa.
Di samping itu, 66% kegiatan perdagangan Perancis dilakukan dengan para mitra Uni Eropanya (50 % dengan negara-negara yang menggunakan mata uang euro).
Perancis merupakan negara penerima investasi langsung dari luar negeri terbesar kedua di dunia. Di mata para investor, Perancis disukai karena kualitas tenaga kerjanya, kemajuan risetnya, penguasaan teknologi canggihnya, dan kemampuannya dalam mengatur biaya produksi yang tinggi.

Data PDB Prancis


Grafik PDP Prancis



Impor dan Ekspor Perdagangan FrancisNilai ekspor Perancis mencapai 481.2 milyar euro sementara impor 507.0 milyar euro. Defisit perdagangan Perancis sebesar 25,8 milyar euro.Jerman, Italia, Inggris, Belgia, Luxembourg, Spanyol dan Amerika Serikat merupakan klien terbesar Perancis.
Perdagangan Ekspor utama Negara Perancis adalah mobil, lokomotif, kapal barang, barang kimia, tekstil, pakaian, persenjataan, dan anggur. Impor Negara Perancis adalah batu bara, kapas, minyak bumi, bahan mentah industri, dan alat-alat transportasi. Mitra dagang utamanya ialah Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) dan Amerika Serikat.

Hubungan Perancis dengan Indonesia Bidang Perdagangan 1. Impor dari Indonesia antara lain minyak sawit, kopi, lada, kayu lapis, dan ikan. 2. Ekspor ke Indonesia antara lain lokomotif, barang elektronoka, mobil, kapal terbang, pakaian, dan parfum.

Data perdagangan prancis tahun 2004-2008


Grafik perdagangan Prancis tahun 2004-2008



Belanda

Ekonomi Belanda adalah ekonomi terbuka yang sangat bergantung pada perdagangan internasional. Belanda berada di posisi keenam belas berdasarkan perolehan PDB. Ekonominya berkembang dengan sangat baik pada tahun 1998 - 2000, namun mengalami pertumbuhan pada tahun 2001 - 2005 karena perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Inflasi sebesar 1,3% dan direncanakan untuk tetap berada dibawah 1,5%.
Dalam ekonomi internasional, Belanda merupakan pendiri lembaga ekonomi penting dunia seperti Uni Eropa, WTO dan OECD. Sebagai pendiri Uni Eropa, Belanda menjadi salah satu negara pertama yang mengganti mata uangnya dari gulden menjadi euro.
Ekspor utamanya bergerak di bidang mesin, kimia dan pengolahan makanan. Mitra ekspor terbesar adalah Jerman, RRC, Belgia, Amerika Serikat dan Britania Raya.


Berikut ini merupakan grafik Neraca Perdagangan di Belanda, dari tahun 2006-2014

Berikut merupakan sebagian Neraca Pembayaran (Balanced Of Payments) Negara Belanda, untuk lebih lengkap dapat dilihat di http://www.tradingeconomics.com/netherlands/current-account-balance-bop-us-dollar-wb-data.html



B. Benua Amerika
Canada

Ekonomi Kanada sekarang ini mendekati Amerika Serikat dengan sistem ekonomu berorientasi-pasar, pola produksi, dan standar hidup yang tinggi. Di abad terakhir, pertumbuhan luar biasa dalam produksi, pertambangan, dan sektor pelayanan telah mengubah negara ini dari ekonomi pedesaan menjadi industri perkotaan. Energi dapat dipenuhi sendiri, Kanada memiliki cadangan gas alam yang banyak di pesisir timur dan tiga provinsi barat, dan juga banyaknya sumber daya lain.


Kanada telah berhasil menghindari resesi ekonomi setelah 2001 dan telah mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang terbaik di dalam grup G8. Dengan banyakanya sumber daya alam, tenaga kerja trampil, dan pabrik kapital modern, Kanada menikmati prospek ekonomi padat.
Dibayangi dua kesulitan, yang pertama adalah perbedaan politik atas konstitusi antara Quebec dan Kanada lainnya. Ini telah meningkatkan kemungkinan perpisahan di federasi. Namun, karena ekonomi telah menguat, terutama di Quebec, ketakutan akan perpecahan telah mereda.
Perhatian masa panjang lainnya ialah kekhawatiran mengalirnya profesional ke selatan (AS) yang biasa disebut "Pengeluaran Otak", karena dipikat oleh pembayaran tinggi, pajak rendah, dan kesempatan teknologi tinggi. Secara serempak, "Pemasukan Otak" juga terjadi, dengan masuknya imigran terdidik (terutama dari negara berkembang) ke Kanada.


Berikut ini merupakan grafik Neraca Perdagangan di Kanada, dari tahun 2006-2014



Berikut merupakan sebagian Neraca Pembayaran (Balanced Of Payments) Negara Kanada, untuk lebih lengkap dapat dilihat di http://www.tradingeconomics.com/canada/current-account-balance-bop-us-dollar-wb-data.html



Meksiko


Sejak 1980-an Meksiko mereformasi kebijakan ekonomi dengan mengimplementasikan “Konsensus Washington” sebagai cetakbiru. Konsensus Washington merupakan merupakan “kesepakatan” yang dicapai IMF (International Monetary Fund), Bank Dunia (World Bank), dan Departemen Keuangan AS (US Treasury Department) pada akhir tahun 1990-an tentang paket kebijakan ekonomi yang dianggap tepat untuk mengatasi masalah-masalah pertumbuhan dan pembangunan berbagai negara berkembang. Sebagai konsekunsi dari kebijakan tersebut, sistem ekonomi Meksiko mengarah pada liberalisasi perdagangan dan privatisasi besar-besaran, kecuali beberapa sektor strategis seperti energi dan bahan bakar minyak. Dengan sistem ekonomi yang menggantungkan sepenuhnya pada supply and demand, pemerintah Meksiko pun memberi insentif bagi investor asing yang menanamkan dana bagi industri yang memberi dampak signifikan secara ekonomi.
Hanya 11% dari luas daratan Meksiko ditanami, yang kurang dari 3% adalah irigasi. Menghasilkan pendapatan atas tanaman termasuk jagung, tomat, tebu, kacang kering, dan alpukat. Meksiko juga menghasilkan pendapatan yang signifikan dari produksi daging sapi, unggas, daging babi, dan produk susu. Secara total, pertanian menyumbang 4,3% dari PDB pada 2009 dan 3% dari PDB pada tahun 2008, dan pekerjaan pertanian menyumbang sekitar 15% dari total lapangan kerja.
Amrika dan Meksiko adalah mitra dagang yang sangat dekat. Masalah-masalah perdagangan diselesaikan umumnya melalui negosiasi langsung antara dua negara atau ditangani melalui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) atau Amerika Utara Perjanjian Perdagangan Bebas (NAFTA) prosedur penyelesaian sengketa formal. Daerah yang paling signifikan dari gesekan melibatkan produk pertanian serta lintas batas truk. Meksiko adalah anggota aktif dan konstruktif dari Organisasi Perdagangan Dunia, G-20, dan Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan. Pemerintah Meksiko dan banyak bisnis mendukung Kawasan Perdagangan Bebas Amerika.


Data PBD 2008-2014 Meksiko


Grafik PDB 2008-2014 Meksiko



C. Timur Tengah
Yaman

Impor di Yaman diperkirakan mencapai US $ 4,7 miliar pada tahun 2005 dan diproyeksikan meningkat menjadi US $ 5 miliar pada tahun 2006 dan US $ 5,4 miliar pada tahun 2007. Yaman adalah negara pengimpor semua kategori utama produk kecuali bahan bakar. Impor utama adalah mesin dan peralatan transportasi, makanan dan ternak, dan bahan olahan.Menurut PBB, Yaman mengimpor lebih dari 75 persen dari makanan pokok gandum utamanya. Sumber utama impor Yaman pada tahun 2005 adalah Uni Emirat Arab (13,4 persen dari total impor); sebagian besar impor ini sebenarnya re-ekspor dari Amerika Serikat dan Kuwait. Yaman menerima 10,6 persen dari total impor dari Arab Saudi dan 9 persen dari Cina.
Pada tahun 2005 ekspor Yaman mencapai US $ 6,4 miliar. Ekspor diperkirakan meningkat mencapai rekor US $ 8,6 miliar pada tahun 2006 sebagai hasil dari pendapatan minyak yang kuat. Minyak adalah ekspor utama Yaman, akuntansi untuk 92 persen dari total ekspor pada tahun 2004 dan 87 persen pada tahun 2005. Ekspor non-minyak Yaman adalah produk terutama pertanian, terutama ikan dan produk ikan, sayuran, dan buah. Pada tahun 2005 Asia adalah pasar yang paling penting bagi ekspor Yaman, terutama China (37,3 persen dari total ekspor), Thailand , dan Jepang. Chile juga pasar ekspor utama (19,6 persen dari total ekspor). 
Impor dan ekspor nilai Yaman ini telah meningkat dan menurun secara dramatis dalam 10 tahun terakhir karena perubahan harga minyak dunia. Akibatnya, neraca perdagangan negara itu telah berfluktuasi secara signifikan dari defisit hampir US $ 800 juta pada tahun 1998 menjadi surplus US $ 1 miliar pada tahun 2000. Naiknya harga minyak mengakibatkan surplus 817 juta dolar AS pada tahun 2004 dan surplus US $ 1,7 miliar pada tahun 2005.
Dalam beberapa tahun terakhir, Yaman telah melaporkan peningkatan defisit non-barang dagangan. Defisit ini telah, bagaimanapun, telah diimbangi oleh pendapatan ekspor record, yang telah menghasilkan surplus perdagangan yang cukup besar untuk menjaga transaksi berjalan surplus-US $ 175.700.000 pada tahun 2003, US $ 524.600.000 pada tahun 2004, dan US $ 633.100.000 (sekitar 4 persen produk domestik bruto) pada tahun 2005.

Berikut ini merupakan grafik Neraca Perdagangan di Yaman, dari tahun 2001-2013


Berikut merupakan sebagian Neraca Pembayaran (Balanced Of Payments) Negara Yaman, untuk lebih lengkap dapat dilihat di http://www.tradingeconomics.com/yemen/current-account-balance-bop-us-dollar-wb-data.html


Iran

Ekonomi Iran adalah campuran Ekonomi Perencanaan Sentral dengan sumber minyak dan perusahaan-perusahaan utamanya dimiliki pemerintahan, dan juga terdapat beberapa perusahaan swasta. Pertumbuhan ekonomi Iran stabil semenjak dua abad yang lalu.
Pada awal abad ke-21, persenan sektor jasa dalam pengeluaran negara kasarnya, PNK, adalah yang tertinggi, diikuti dengan pertambangan dan pertanian. 45% belanja negara adalah hasil pertambangan minyak dan gas alam, dan 31% dari cukai. Pada 2004, PNK Iran diperkirakan sebanyak $163 miliar atau $2.440 per kapita.
Rekan dagang Iran adalah Cina, Rusia, Jerman, Perancis, Italia, Jepang dan Korea Selatan. Sementara itu, semenjak lewat 90-an, Iran mulai meningkatkan kerjasama ekonomi dengan beberapa negara berkembang termasuk Suriah, India dan Afrika Selatan.


Berikut ini merupakan grafik Neraca Perdagangan di Iran, dari tahun 2004-2012





Berikut merupakan sebagian Neraca Pembayaran (Balanced Of Payments) Negara Iran, untuk lebih lengkap dapat dilihat di http://www.tradingeconomics.com/iran/current-account-balance-bop-us-dollar-wb-data.html



D. Unisoviet

ESTONIA
Sebelum Perang Dunia Kedua , perekonomian Estonia didasarkan pada pertanian, tapi ada sektor pengetahuan yang signifikan, dengan kota universitas Tartu dikenal untuk kontribusi ilmiah, dan sektor industri tumbuh, mirip dengan tetangga Finlandia .Produk-produk seperti mentega, susu dan keju secara luas dikenal di Eropa Barat pasar. Pasar utama adalah Jerman dan Inggris, dan hanya 3% dari semua perdagangan adalah dengan tetangga Uni Soviet .
Paksa Uni Soviet aneksasi Estonia pada tahun 1940 dan berikutnya Nazi dan Soviet kehancuran selama Perang Dunia II melumpuhkan perekonomian Estonia. Pasca-perang Sovietisasi hidup dilanjutkan dengan integrasi ekonomi Estonia dan industri ke Uni Soviet struktur 's perencanaan pusat. Sebelum perang, Estonia dan Finlandia memiliki standar relatif sama hidup. Pada tahun 1987, PDB kapitalis Finlandia per kapita mencapai 14.370 USD, sedangkan PDB Estonia komunis per kapita adalah sekitar 2.000 USD.
Setelah Estonia pindah dari komunisme di akhir 1980-an dan menjadi ekonomi kapitalis yang independen pada tahun 1991, ia muncul sebagai pelopor ekonomi global. Pada tahun 1994, itu menjadi salah satu negara pertama di dunia yang mengadopsi pajak tetap , dengan tingkat seragam 26% terlepas dari pendapatan pribadi. Antara 2005 dan 2008, tarif pajak penghasilan pribadi berkurang dari 26% menjadi 21% dalam beberapa langkah. Estonia menerima investasi asing lebih per kapita pada paruh kedua tahun 1990-an dari negara lain di Eropa Tengah dan Timur. Negara ini telah dengan cepat mengejar denganUni Eropa-15 , PDB per kapita yang tumbuh dari 34,8% dari rata-rata Uni Eropa-15 pada tahun 1996 menjadi 65% pada tahun 2007, mirip dengan negara-negara Eropa Tengah. Hal ini sudah dinilai negara berpenghasilan tinggi oleh Bank Dunia . TheGDP (PPP) per kapita negara, indikator yang baik dari kekayaan, adalah $ 23.631 pada tahun 2012 menurut Bank Dunia, antara bahwa Portugal dan Lithuania, tetapi di bawah itu dari lama menjadi anggota Uni Eropa seperti Yunani atau Spanyol .Karena kinerja ekonomi setelah pecahnya Uni Soviet, Estonia telah disebut salah satu Baltic Tigers .
Pada tahun 2008, Estonia menempati peringkat 12 dari 162 negara dalam Indeks Kebebasan Ekonomi 2008, yang terbaik dari setiap bekas republik Soviet. Pada tahun yang sama, negara itu di bawah Eropa dengan kebebasan pasar tenaga kerja, tetapi pemerintah sedang menyiapkan perbaikan. Estonia adalah ke-21 pada Ease of Doing Business Index 2013 oleh Kelompok Bank Dunia .
The Pemerintah Estonia memutuskan bahwa negara harus mengadopsi euro sebagai mata uang resmi, dan menyelesaikan desain koin euro Estonia pada akhir 2004. The peralihan ke euro berlangsung pada tanggal 1 Januari 2011, kemudian dari yang direncanakan, karena terus inflasi yang tinggi telah dicegah dari memenuhi kriteria entri sebelumnya. The Estonia Kroon dipatok terhadap euro pada tingkat 15,64664 EEK untuk satu euro.
The Krisis Keuangan tahun 2008 telah memberikan pengaruh serius pada ekonomi Estonia, terutama sebagai akibat dari investasi dan konsumsi kemerosotan yang mengikuti pecahnya gelembung pasar real estat yang telah membangun selama tahun-tahun sebelumnya. Estonia memiliki tahun terburuk Uni Eropa untuk pengangguran, yang naik dari 3,9% pada bulan Mei 2008 sampai 15,6% pada Mei 2009. Namun demikian, prospek jangka panjang bagi perekonomian Estonia tetap di antara yang paling menjanjikan di Eropa. Pada tahun 2011, pertumbuhan PDB riil di Estonia adalah 8,0%, dan sesuai dengan proyeksi yang dibuat oleh CEPII , pada tahun 2025 PDB per kapita bisa naik ke tingkat ekonomi Nordic Swedia, Finlandia, Denmark, dan Norwegia. Menurut proyeksi yang sama, pada tahun 2050, Estonia bisa menjadi negara yang paling produktif di Uni Eropa, setelah Luxembourg, dan dengan demikian bergabung dengan lima negara yang paling produktif terbaik di dunia.


Berikut ini merupakan grafik Neraca Perdagangan di Estonia, dari tahun 2001-2013



Berikut merupakan sebagian Neraca Pembayaran (Balanced Of Payments) Negara Estonia, untuk lebih lengkap dapat dilihat di http://www.tradingeconomics.com/estonia/current-account-balance-bop-us-dollar-wb-data.html




UKRAINA

Ekonomi Ukraina adalah berkembang pasar bebas , dengan produk domestik bruto yang turun tajam selama 10 tahun pertama kemerdekaannya dari Uni Soviet , kemudian mengalami pertumbuhan yang pesat dari tahun 2000 hingga 2008. Sebelumnya komponen utama dari perekonomian Soviet Union , perekonomian negara mengalami resesi yang mendalam selama tahun 1990-an, termasuk hiperinflasi dan penurunan drastis dalam output ekonomi. Pada tahun 1999, pada titik terendah dari krisis ekonomi,Ukraina 's PDB per kapita kurang dari setengah dari GDP per kapita yang dicapai sebelum kemerdekaan. Pertumbuhan PDB pertama kali terdaftar pada tahun 2000, dan dilanjutkan selama delapan tahun. Pada tahun 2007 ekonomi terus tumbuh dan mencatat pertumbuhan PDB riil dari 7%. Pada tahun 2008, perekonomian Ukraina menduduki peringkat ke-45 di dunia menurut 2008 PDB (nominal) dengan total PDB nominal 188 milyar USD, dan per nominal PDB per kapita dari 3.900 USD.
Namun Ukraina sangat dipengaruhi oleh krisis ekonomi tahun 2008 dan sebagai hasilnya penurunan 15,1% dalam PDB Ukraina berlangsung selama 2008 dan 2009. Inflasi melambat pada bulan Juli 2009 dan tinggal di sekitar 8% pada tahun 2011. Deflasi hanya dihindari pada tahun 2012. 0,5% inflasi diperkirakan untuk 2013. The mata uang Ukraina , yang telah dipatok pada tingkat 5:01 dolar AS, mendevaluasi ke 8:1, dan stabil pada rasio itu.
Ada 3% pengangguran pada akhir tahun 2008; selama 9 bulan pertama tahun 2009, pengangguran rata-rata 9,4%. Tingkat pengangguran resmi akhir atas 2009 dan 2010 di mana 8,8% dan 8,4%. Meskipun menurut CIA World Factbook di Ukraina ada "besar jumlah pekerja tidak terdaftar atau setengah menganggur ". Ekonomi Ukraina pulih pada kuartal pertama tahun 2010. pertumbuhan PDB riil Ukraina pada tahun 2010 adalah 4,3%, yang mengarah ke per kapita PPP PDB 6.700 USD. 
Lebih dari 60% dari ekspor Ukraina pergi ke lain negara-negara pasca-Soviet , dengan Rusia, Belarus dan Kazakhstan yang paling penting. Gas alam adalah impor terbesar Ukraina saat ini dan merupakan penyebab utama defisit perdagangan struktural negara. 
Politisi Ukraina telah memperkirakan bahwa 40% dari ekonominya sebenarnya shadow economy . Karena sifat ganda ekonomi Ukraina, GDP data resmi dan gaji rata-rata memiliki beberapa kesalahan yang signifikan dan tidak dapat diterapkan secara langsung untuk benar-benar memahami situasi ekonomi di Ukraina.


Berikut ini merupakan grafik Neraca Perdagangan di Ukraina, dari tahun 2006-2014



Berikut merupakan sebagian Neraca Pembayaran (Balanced Of Payments) Negara Ukraina, untuk lebih lengkap dapat dilihat dihttp://www.tradingeconomics.com/ukraine/current-account-balance-bop-us-dollar-wb-data.html



Tuesday, May 27, 2014




ANALISIS INVESTASI DAN MANAJEMEN PORTOFOLIO

Pither Hein Lumantow
Kelas 1EB18
26213870 
  
Pengertian Portofolio
  Istilah portofolio digunakan untuk menunjukkan sekumpulan produk ( barang atau jasa yang dapat diperjualbelikan) proyek, layanan jasa atau merk yang ditawarkan untuk dijual oleh suatu perusahaan. 
  Portofolio adalah teori yang menunjukkan  sekumpulan berbagai surat berharga  atau aset yang dimiliki oleh seorang investasor.  JIka seorang memiliki 10 jenis surat berharga yang terdiri dari saham  dan obligasi dan lainnya  “potofolio”
Jadi portofolio adalah gabungan beberapa investasi surat berharga dengan diversifikasi tertentu.
Investasi menurut Ahmad
a.         Suatu tindakan membeli barang-barang modal.
b.        Pemanfaatan dana yang tersedia untuk produksi dengan            pendapatan dimasa yang akan datang.
c.         Suatu tindakan untuk membeli saham, obligasi atau          surat penyertaan lainnya.
Macam-macam Investasi :
1.      Investasi langsung (direct investment) adalah investasi pada asset riil (Real Assets) misalnya : pembelian asset produktif, pendirian pabrik, pembukaan pertambangan / perkebunan, dan lain-lain.
2.      Investasi tidak langsung (indirect investment) atau investasi portofolio adalah investasi pada asset finansial (financial assets):
a.       Investasi di pasar uang : deposito, sertifikat BI.
b.      Investasi di pasar modal : saham, obligasi, opsi, warrant.




Adapun dasar keputusan seseorang melakukan investasi berdasarkan atas :
1.      Return merupakan tingkat keuntungan investasi yang terdiri dari ;
a.       expected return (return yang diharapkan) yaitu return yang diharapkan akan didapat oleh investor di masa depan.
b.      realized return (return aktual) yaitu return yang sesungguhnya terjadi / didapatkan oleh investor.

2.      Risiko merupakan kemungkinan return aktual berbeda dengan return yang diharapkan yang terdiri dari :
a.       risiko sistematis (systematic risk) atau risiko pasar (general risk) yaitu risiko yang tidak dapat dihilangkan dengan melakukan diversifikasi, berkaitan dengan faktor makro ekonomi yang mempengaruhi pasar (misal : tingkat bunga, kurs, inflasi dan kebijakan pemerintah).
b.      risiko tidak sistematis (unsystematic risk) atau risiko perusahaan (risiko spesifik) yaitu risiko yang dapat dihilangkan dengan melakukan diversifikasi, karena hanya ada dalam satu perusahaan / industri tertentu.

Langkah-langkah dalam melakukan investasi portofolio adalah sebagai berikut :
1.   Menentukan kebijakan investasi
      Pada tahap awal pengambilan keputusan, investor perlu menetapkan tujuannya berinvestasi dan menentukan besarnya investasi yang akan ditanam. Mengingat adanya korelasi antara risiko dan keuntungan (return) yang diperoleh, maka investor tidak dapat mengatakan bahwa tujuan investasinya adalah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya karena akan ada kerugian yang harus dihadapinya. Jadi, tujuan investasi harus dinyatakan, baik dalam keuntungan maupun risiko.


2.   Analisis Sekuritas
      Pada tahap ini akan diadakan analisis terhadap individual (sekelompok) sekuritas. Ada dua filosofi dalam melakukan analisis sekuritas, yaitu sebagai berikut.
a.       Pendapat pertama menyatakan bahwa sekuritas mispriced (harganya salah, mungkin terlalu tinggi, mungkin terlalu rendah) Dengan analisis ini akan dapat dideteksi sekuritas-sekuritas tersebut.

b.      Pendapat kedua menyatakan bahwa pasar modal adalah efisien. Dengan demikian, peralihan sekuritas tidak didasarkan atas frekuensi risiko para pemodal (pemodal yang bersedia menanggung risiko tinggi akan memilih sekuritas yang berisiko tinggi), pola kebutuhan kas, dan sebagainya. Jadi, menurut pendapat ini keuntungan yang diperoleh pemodal sesuai dengan risiko yang ditanggung.

3.   Pembentukan Portofolio
      Tahap ini menyangkut identifikasi sekuritas mana saja yang akan dipilih untuk membentuk portofolio dan berapa proporsi dana yang akan ditanam pada tiap-tiap sekuritas tersebut. Adanya pemilihan sekuritas ini (dengan kata lain pemodal melakukan diversifikasi) dimaksudkan untuk meminimalkan risiko yang ditanggung. Pemilihan sekuritas ini akan dipengaruhi oleh preferensi risiko, pola kebutuhan kas, dan status pajak.

4.   Melakukan Revisi Portofolio
Tahap ini merupakan pengurangan terhadap ketiga tahap sebelumnya dengan maksud jika diperlukan akan diadakan perubahan terhadap portofolio yang telah dimiliki. Jika portofolio yang dimiliki sekarang dirasakan tidak lagi optimal atau tidak sesuai dengan prefensi risiko pemodal, maka pemodal dapat melakukan perubahan terhadap sekuritas-sekuritas yang membentuk portofolio tersebut.


5.   Evaluasi Kinerja Portofolio
Dalam tahap ini pemodal mengadakan penilaian terhadap kinerja portofolionya, baik dalam aspek tingkat keuntungan yang diperoleh maupun risiko yang ditanggung. Tidak benar bahwa suatu portofolio yang memberikan keuntungan yang lebih tinggi mesti lebih baik daripada portofolio lainnya karena adanya faktor risiko yang perlu dimasukkan juga.


PEMILIHAN PORTOFOLIO
  BEBERAPA KONSEP DASAR
            - Portofolio Efisien dan Portofolio Optimal
            - Fungsi utilitas dan kurva indiferens
            - Aset berisiko dan aset bebas risiko
   MODEL PORTOFOLIO MARKOWITZ
            - Memilih portofolio optimal
            - Memilih kelas aset optimal
  INVESTOR BISA MENGINVESTASIKAN DAN MEMINJAM DANA BEBAS RISIKO

PORTOFOLIO EFISIEN & PORTOFOLIO OPTIMAL
  Portofolio efisien bisa diartikan sebagai:
1. Portofolio yang bisa memberikan return               maksimal pada tingkat risiko tertentu; dan             atau
2. Portofolio yang bisa memberikan risiko     minimal pada tingkat return tertentu.
  Portofolio optimal merupakan portofolio yang dipilih seorang investor dari sekian banyak pilihan yang ada pada kumpulan portofolio efisien, sesuai dengan preferensinya terhadap tingkat return maupun risiko.

FUNGSI UTILITAS & KURVA INDIFERENS
  Dalam ilmu ekonomi, fungsi utilitas sering diartikan sebagai suatu fungsi matematis yang menunjukkan nilai dari semua alternatif pilihan yang ada.
  Semakin tinggi nilai suatu alternatif pilihan, semakin tinggi utilitas alternatif tersebut.
  Dalam konteks manajemen portofolio, fungsi utilitas menunjukkan preferensi seorang investor terhadap berbagai pilihan investasi dengan masing-masing risiko dan tingkat return yang diharapkan.


FUNGSI UTILITAS & KURVA INDIFERENS (lanjutan)
  Fungsi utilitas bisa digambarkan dalam bentuk grafik sebagai kurva indiferen, seperti berikut: 




ASET BERISIKO & ASET BEBAS RISIKO :
  Aset berisiko adalah aset-aset yang tingkat return aktualnya di masa depan masih mengandung ketidakpastian.
  Salah satu contohnya adalah saham.
  Aset bebas risiko merupakan aset yang tingkat returnnya di masa depan sudah bisa dipastikan pada saat ini, dan ditunjukkan oleh varians return yang sama dengan nol.
  Salah satu contohnya adalah obligasi jangka pendek yang diterbitkan pemerintah.

MODEL PORTOFOLIO MARKOWITZ :
  Membentuk portofolio dengan model Markowitz lebih baik dibanding membentuk portofolio dengan pendekatan naif (acak).
  Dengan menggunakan model Markowitz investor bisa memanfaatkan semua informasi yang tersedia sebagai dasar pembentukan portofolio yang optimal.

MODEL PORTOFOLIO MARKOWITZ
  Teori portofolio dengan model Markowitz didasari oleh 3 asumsi, yaitu:
            1. Periode investasi tunggal, misalnya 1 tahun.
            2. Tidak ada biaya transaksi.
            3. Preferensi investor hanya berdasar pada return yang diharapkan dan risiko. 

MEMILIH PORTOFOLIO OPTIMAL :
  Dalam pendekatan Markowitz, pemilihan portofolio optimal didasarkan pada preferensi investor terhadap return yang diharapkan dan risiko masing-masing pilihan portofolio.



MEMILIH KELAS ASET OPTIMAL
  Keputusan dalam pemilihan kelas aset yang optimal dalam manajemen portofolio akan meliputi tiga keputusan, yaitu:
            1. pembuatan keputusan alokasi aset,
2. penentuan porsi dana yang akan diinvestasikan pada masing-      masing kelas aset, dan
            3. pemilihan aset-aset dari setiap kelas aset   yang telah dipilih.


KELAS ASET UNTUK PORTOFOLIO :

SAHAM BIASA
OBLIGASI
INSTRUMEN PASAR UANG
Ekuitas Domestik
Obligasi Pemerintah
Treasury Bills
  Kapitalisasi Besar
Obligasi Perusahaan
Commercial Paper
  Kapitalisasi kecil
   Rating AAA
Guaranteed Investment Contracts
EKUITAS INTERNASIONAL
   Rating Baa

  Pasar modal  negara maju
   Obligasi Berisiko Tinggi (Junk Bond)
REAL ESTATE
  Pasar modal berkembang
Obligasi Dengan Jaminan
MODAL VENTURA
Obligasi Internasional




INVESTOR BISA MENGINVESTASIKAN DAN MEMINJAM DANA BEBAS RISIKO
  Pemilihan portofolio optimal dengan model Markowitz di atas, ternyata mengandung asumsi bahwa pilihan investor hanya akan melibatkan aset berisiko.
  Apa yang akan terjadi pada garis permukaan efisien jika investor mengkombinasikan pilihan portofolio pada permukaan efisien dan investasi pada aset bebas risiko?
  Perubahannya bisa dilihat dalam gambar berikut:

PERUBAHAN PADA GARIS PERMUKAAN EFISIEN MODEL MARKOWITZ
JIKA DIMASUKKAN ASET BEBAS RISIKO



INVESTOR BISA MENGINVESTASIKAN DANANYA PADA ASET BEBAS RISIKO
  Dengan dimasukkannya RF dalam model Markowitz, dan jika portofolio optimal investor misalanya adalah pada titik L, maka permukaan efisien akan berubah membentuk garis lurus RF–L.
  Dengan demikian, maka rumus untuk menghitung return yang diharapkan dan risiko portofolio tersebut akan berubah menjadi:
            E(Rp) = WRF RF +  (1-WRF) E(RL)    (5.1)
            sp = (1 – wRF) sL                                                    
PERUBAHAN PADA PERMUKAAN EFISIEN
MODEL MARKOWITZ JIKA INVESTOR BISA MEMINJAM DANA BEBAS RISIKO




INVESTOR BISA MEMINJAM DANA BEBAS RISIKO
  Dengan mencari tambahan dana yang berasal dari pinjaman bebas risiko, investor bisa menambah dana yang dimilikinya untuk diinvestasikan.
  Jika dana pinjaman tersebut digabungkan dengan dana yang dimiliki saat ini dan digunakan untuk investasi, investor akan mempunyai kemungkinan untuk mendapatkan return diharapkan dari investasi yang lebih tinggi.
  Jika kita asumsikan investor bisa meminjam dana sebesar jumlah dana yang dimilikinya (100% dari dana yang dimiliki), dan semua dana tersebut (200%) akan diinvestasikan pada aset berisiko maka posisi portofolio akan berada pada titik K.

INVESTOR BISA MEMINJAM DANA BEBAS RISIKO (lanjutan)
  Dengan demikian, maka rumus untuk menghitung return yang diharapkan dan risiko portofolio tersebut akan berubah menjadi:
            E(Rp)   = WRF + (1 – WRF)  E(RK) = -1 (RF) + 2 E(RK)                
            sp        = (1 – wRF) sK         
                                    = 2 sK                        

Memilih Portofolio Berdasarkan Preferensi Investor
  Dalam memilih portofolio, investor akan mendasarkan pemilihannya pada preferensi terhadap return yang diharapkan dan risiko yang bersedia ditanggung investor
  Semakin konservatif seorang investor, semakin enggan dia menanggung risiko pilihan portofolionya akan semakin mendekati aset bebas risiko atau titik RF
  Semakin agresif seorang investor, berarti semakin berani dia menanggung risiko, sehingga pilihan portofolionya akan semakin mendekati portofolio pada aset berisiko
  Pilihan investor nantinya akan berada pada titik persinggungan antara kurva utilitas investor (U1 atau U2) dengan garis permukaan efisien (garis RF-K).

Jadi dapat dikatakan bahwa, Investasi Portofolio merupakan investasi pada sektor finansial yang tergolong paling high risk-high return investment. Artinya, peluang untuk memperoleh keuntungan sangat besar bahkan dapat mencapai ratusan persen perbulan namun diimbangi juga dengan kemungkinan kerugian yang besar apabila tidak dikelola dengan baik.